Keesokan harinya akupun mulai belajar menjadi kusir bawa 2 ekor kuda yang menarik gerobak itu berkeliling kota seluruh ........... jalan di ........ maunya sampai hari yang ketiga kami berdua Paderedja pun mulai belanja untuk muat isi 2 buah gerobak hingga penuh a. bahan bakar, b. bahan makanan, c. bahan pakaian dan sebagainya.
Alkesah berangkat kami berdua pergi jalan mampang bermalam 2 hari 2 malam kembali .... selemba utan diam 3 hari di rumah sambil mengisi gerobak sampai muatan selesai, berangkat lagi menuju Petamburan Tanabang Paal Merah sama satu desa dan disitu berdiri satu rumah sekolah SD sampai kelas VI penghuninya hanya 2 orang guru yang mengajar. Guru kepalanya nama Raden Ruardja rupanya guru kepala sekolah ini adalah kakaknya si Pa' Deredja tukang kuda, menginap dirumah guru kepala tadi kami berdua 3 malamsambil bongkar perdagangan dalam gerobak sambil memuat sayuran dan buah-buahan bermacam hasil tanaman rakyat ..... untuk dijual di Kota Jakarta. Jarak Jauhnya perjalanan dari Jakarta ke Petamburan Paal Merah sekitar 18 kabupaten. Kami berduapun segera kembali ke Kota Selemba Utan segera menjualkan sayuran dan buah-buahan tadi sampai bersih dibeli orang. Keuntungan Pa' Deredja 2 x ... yang aku ikut katanya luar biasa orang-orang berebut membeli 7 hari kami berdua ..... di rumah Pa Deredja berniat akan bawa aku ke Kota Bogor (........... ) untuk pelesir dan sambil melihat........ tempat 3 orang adiknya diam di Kota Bogor. Berangkat kami berdua dari Jakarta ke Bogor dengan Kereta Api sampai disana bermalam ditempat adiknya laki-laki di Cewa ringin tengah dijadi tukang arang dan saudara yang kedua menjadi tukang Dabbi saudaranya yang ketiga menjadi tukang es, ketiganya saudaranya yang di Bogor tidak mempunyai anak.
7 hari kami berdua diam dirumah saudaranya 3 orang di Bogor. Aku ditanya dengan Pa' Deredja berhadapan dengan tiga saudaranya yang mana atas pertanyaan tadi adalah sebagai tersebut, Anak mau tidak tinggal dengan bapak dan ibu saudaraku bertiga di Kota Bogor? kata Pa' Deredja padaku aku diam ....... laki Pa' Deredjapun jawab diri sendiri kata dia masih sayang padaku, tapi apa boleh buat karena yang minta adalah adik aku kata Pa' Deredja.
Aku menjawab sebagai berikut, sebenarnya pak saya masih banyak ingin bicarakan di... depan bapak yang belum saya laksanakan pada bapak, karena saya melihat bapak masih sibuk sekali urusannya, susunan penghidupan kita kalau boleh saya ingin menyampaikan rencana cita-cita saya sekarang ini yaitu katakan berterus terang saja dihadapan ibu bapak karena saya ini tidak ada ibu bapak lagi saya adalah anak yatim piatu bahwa orangtua saya sudah habis meninggal dunia semuanya tinggal kami 5 beradik diantaranya sayalah anak yang paling bungsu dan hidup dikampung bersama dengan empat orang keluarga saya dalam keadaan sengsara setiap hari dibenci oleh saudara-saudaraku keempatnya kadang kali saya diusir suruh lari.
Kemuadian aku lari dari kampung halaman kami untuk membawa nasib hidup (mati) hingga sampailah yang maha tau membantu nasib sayangembara kemana-mana saya sampai nasib saya begini terhampar di Pulau Jawa tempat ibu dan bapak ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar